How Big
setiap org ingin bahagia, ingin smua terlihat smpurna, ingin mendapatkan kenyamanan, ingin smua sesuai keinginan, smua org, trmasuk gw, ingin sllu terlihat smpurna di mata org lain, tanpa di sadari qt hdup atas apa yg org lain liat meski sering bertentangan dgn hati. Dan lupa klo hdup itu bagus di mata Tuhan.
Klo ga sesuai keinginan, ga sesuai harapan dgn yg qt mau, dimata org lain ga sesuai, qt menyalahkan keadaan, menyalahkan Tuhan, langsung bilang Tuhan ga adil, dsb.
Tetapi apakah qt pernah sejenak brdiam diri, melihat bener2 apa yg jdi kekurangan qt, kesalahan, hal yg menurut qt sepele justru itu yg paling penting.
Berapa kali qt sering complain sm Tuhan klo ga sesuai dgn harapan qt, gmn sikap qt klo Allah memberi sdikit ujian? Berapa sering qt deket sm Allah di saat lg seneng? Apa hanya saat qt terjatuh kah?
Lebih sering mana, qt dengerin hati n Allah, apa qt denger orang lain?
Seberapa besar hati qt merasa brsyukur atas apa yg qt miliki?
Contoh :
qt udh pny kendaraan, yg tujuannya spy nyaman, bs smp di tempat tujuan n cukup enak, tapi liat yg lebih keren qt pengen n maksa utk beli, hny utk naikin gengsi, nah sberapa besar yg qt lakukan utk anak2 yatim piatu? Apakah hny sekedar kewajiban atau bener2 dari hati n penuh kasih syg qt menolong mereka. Jaman skr kebanyakan hny gengsi utk naikin status sosial, tp utk akhirat penuh ragu dsb. Memang hati org ga da yg tau... Ini contoh real aja...
Kemudian, utk fisik, eh lo skr gendut bgt deh, kata org lain, pdhl nyaman dgn badan sgtu dan sehat, tp karna ga pede lgs diet mati2an, lupa bnyk org yg susah makan....
Gw setuju agar penampilan, dsb tsb diatas hrus yg terbaik, tetapi bukan kata org, melainkan kebutuhan n manfaat.
Terus qt dpt pasangan yg biasa ga ganteng or ga cntik, ya scr luar bkn tipe bgt deh, bnyk yg bilang koq mau sih sm dia, lo kan ganteng or cantik psti bsa lah dpt yg lebih, dst. Apakah bs mempertahankan hati utk tetep tulus karna Allah, atau krn org lain??
Ya itu tadi seberapa besar qt brsyukur dgn titipan Tuhan?
Smua hal yg gw tulis buat diri gw sendiri, agar suatu saat gw lg diatas ingat akan hal ini, maaf klo ga setuju or ga suka, hanya ingin mempertahankan prinsip 1. Allah 2. Hati/cinta/ketulusan/syukur 3. Keluarga 4. Materi.....
Senin, 27 Februari 2012
Hati
Hati......
Mungkin disini hati yang kita punya tetapi dari sudut pandang gw, memang gw masih banyak kurang, gw hanya ingin berbagi aja koq, jadi maaf klo banyak yang tidak sependapat :D
Setelah gw renungin, pikirkan, liat kenyataann yang ada, ternyata yg bisa membuat orang itu menjadi baik/bahagia atau hancur selain uang adalah HATI, karena gini semua saling berhubungan, klo diliat pasti masalahnya hanya itu2 aja, klo ga uang ya hati, itu rata2 kenyataan yang ada.
Ada orang yang merasa kurang karena kekurangan dan terus kekurangan, padahal sudah bekerja dengan keras hasil lumayan, tetapi masih kurang, padahal di sisi lain punya pasangan yang setia tulus serta mengerti keadaan. itu membuat hancur karena hanya fokus di materi, sehingga bilang ngga cocok, ngga mengerti akhirnya pisah, alasannya yang dibuat buat. Kemudian sedih, alasan mau fokus kerja dan untuk membahagiakan orang tua dsb, please wake up, bahagiain ortu ngga hanya materi semata, (Gw setuju dgn itu tapi bukan yang utama). Apakah ortu ngga bahagia ortu liat anaknya punya pasangan yang menerima segala kekurangan, yang bisa membimbing ahklak menjadi lebih baik? apakah ortu ngga bahagia liat ananya fokus untuk akhirat?? pada saat meninggal anaknya mendoakan terus. bukankah itu yang lebih berharga untuk mereka???? bekerja dan bekerja lagi sampe titik jenuh baru memikirkan lagi cinta. ya jadi kurang lebih kayak gtu terus ngga pernah puas dengan apa yang di dapat.
Ada juga yang merasa hancur karna tidak bisa mendapatkan cinta yang tulus, padahal secara finansial oke, fisik juga mantap, baik, ramah, charming, memiliki teman n keluarga yang baik. Karna sudah merasa terlalu lelah dengan yang namanya cinta, mungkin karena merasa selalu gagal dalam asmara, maka dari itu menutup hati dan diri, merasa tidak punya apa-apa lagi. mungkin kurang bersyukur or terlalu terlena dengan kenikmatan hidup, sehingga menyepelekan hal-hal yang mendasar. Alasannya kemudian sama seperti diatas, membahagiakan ortu. jadi saat ini ortu yang jadi tameng hehehe, gw pun berjuang mati2an utk mama n keluarga gw, karena gw cowo n penerus keluarga.
Manusia pasti ingin mendapatkan kepuasan dunia n akhirat, ga ada manusia yang ingin susah, ya itu faktanya. Jarang ada yang mau berjuang untuk itu, jarang ada yang mempertahankan hal itu. maunya langsung instant. contoh gini deh gampangnya orang maunya semua nunggu terpenuhi dulu materi baru mau pacaran or nikah, memang tolol sih klo ga punya pegangan apa-apa terus nikah. tetapi kalo memang udah punya pekerjaan dan dasar cinta yang kuat kenapa menunda? alasan belum siap karna hanya takut kekurangan aja. inget kan "Allah membuka pintu rejeki dengan menikah." so apa yang di takutin, memang semua psti ada resiko n masalah. bisa dilewati koq pasti selama dilewati berdua. dan hati masing-masing tetap terjaga. Terus gw mau nanya masih adakah orang khususnya cewe yang mau punya pacar or calon suami yang semua baru merintis dalam hal kerjaan, tetapi punya keyakinan yang besar karena Allah semua pasti di cukupkan, modalnya hanya itu dan Cinta yang tulus. Ada yang mau makan hanya seadanya, tidur di rumah yang sederhana, gw yakin ngga ada, meski pun ada itu bener-bener bahagia banget cowonya. Masih adakah yang mau berjuang bersama untuk mencapai kebahagiaan dunia n akhirat bersama?????
hal yang masih gw yakini sampe detik ini adalah, Allah pasti membuka jalan, selama ada Cinta yang tulus, Berjuang, Berusaha. ya mungkin gw terlalu kuno. dari beberapa contoh real yang ada mungkin kesimpulannya gini
*Apapun kondisi kegagalan dalam cinta, selalu yang jadi tameng adalah ortu n kerjaan
*Kurang mensyukuri nikmat yang diberikan, karna hanya selalu melihat kekurangan
*Terus membohongi diri sendiri dengan berusaha terlihat tegar,senyum n seneng
*Apa ngga cape dengan keadaan yang terus dihantui rasa sakit or trauma or masa lalu yang gaenak?
Kenapa tidak mencoba
*Ambil waktu sendiri satu malam aja, bener-bener keluarin semua sama Allah, Jujur sama Allah n hati sendiri. Memang jarang langsung ada dijawab malam itu juga, minimal dapet yang namanya ketenangan, kelegaan, menjalani hari-hari tanpa berbohong sama diri sendiri, tersenyum dengan tulus, apakah hal ini membuat tambah buruk atau tambah baik?? yang gw alami sendiri itu sangat membantu membuat bisa menerima kenyataan dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Ingat Masa lalu ngga bisa dihilangkan, terutama yang buruk, mungkin jika tidak jujur sama hati sendiri n sama Allah setiap inget yang buruk pasti merasa hancur lagi. Alhamdulillah gw udh lewati itu. Masa lalu yang buruk hanya sebagai pelajaran agar di masa depan tidak diulang, jika sudah jujur sama hati n Allahm setiap melihat masa lalu yang buruk hanya bisa bersyukur pernah alami itu, tidak sakit lagi. karena sudah ikhlas. dari situ adalah awal yang baru buat kehidupan yang baru, membuka diri dan hati serta semua mulai terlihat ada sinar cahaya untuk harapan...
Ya mungkin segini dulu, mohon maaf kalo ngga sependapat, ini hanya apa yang gw alami n lewati...
"Fight for your Love...."
"Everyone need Love..."
"Keep your Heart for Love..."
Minggu, 26 Februari 2012
Setitik Cahaya
Find our Self
setiap orang punya alasan tersendiri untuk melakukan hal tersebut. Gw pun sedang berusaha jujur dengan hati sendiri, karena sudah terlalu cape dengan semua yang gw alami, tetapi waktu terus berjalan, tanpa disadari smua hari dilewati dengan berusaha menutup diri dengan senyuman. banyak orang sadar juga akan hal "Setiap manusia yang bernafas sahabat yang paling dekat adalah masalah, masalah akan selesai jika manusia tidak bernafas". tetapi banyak yang terpuruk dalam zona nyaman yaitu menutup hati dan diri, begitu juga dengan gw sendiri hehehehe, banyak juga orang yang takut keluar dari zona nyaman, takut untuk memulai sesuatu, karena ya itu tadi, mereka hanya di hantui rasa trauma.
Ada juga yang bilang "Semakin lari dari rasa takut,masalah. mereka akan semakin terasa dekat dan terus mengejar". dan hal itu pun gw alami, karena pikiran kita sendiri. yang gw lakukan adalah menghadapi rasa takut itu, hadapi masalah itu, dan ternyata tidak sebesar rasa takut yang kita alami, dan tidak sampai membuat kita mati.
Banyak yang bilang males untuk memulai sesuatu yang baru, takut untuk membuka hati yang baru, karena takut kecewa, membuang waktu, dsb. Tetapi kita tidak pernah tau rasanya kebahagiaan itu kalau tidak pernah mencoba, masih inget kan klo cinta, kebahagiaan perlu di perjuangkan? masih ingatkah jodoh Allah yang mengatur, tetapi harus berjuang untuk itu.
*Mau sampai kapan kita terus dihantui rasa takut untuk memulai sesuatu??
* Lebih membuang waktu mana antara terus dalam keadaan yang menutup hati atau memilih membuka yang baru untuk kebahagiaan???
*Apakah hidup terus harus membohongi hati sendiri?????
*Apakah hidup harus dikejar oleh rasa takut dan tidak mau menyelesaikan masalah?????
"Semua manusia BERHAK untuk mencapai kebahagiaan, dan harus berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan itu."
"Jangan biarkan setitik cahaya itu hilang..."
Rabu, 22 Februari 2012
Where is True Love?
050107
Tanggal bulan dan tahun tersebutlah semuanya berawal. Sebelum
gw berbagi gw mau sedikit cerita tentang sebagian hidup gw apa aja yang pernah
gw alami. Gw beranjak 28 tahun, segala macem hal udah gw lewati, apalagi yang
ga bagus, seperti kebanyakan main sama temen, dari 2007 telah banyak waktu yang
gw sia-siakan, karena terlena dengan asiknya hobi gw, dengan dunia gw, sampe gw
ga peduliin yang namanya keluarga, n pacar gw yang setia. Pada saat gw SMP papa
gw meninggal, selama 4 tahun beliau sakit stroke, mama yang selalu mendampingi
papa sampe 15 bulan terakhir papa di RS mama selalu dampingi ga pernah absen
semenit pun, begitu besar kasih sayang mama tulusnya mama terhadap papa, sampe
papa menghembuskan nafas terakhirnya. Saat itu gw belum terlalu kehilangan,
tetapi tanpa gw sadari efeknya adalah sekarang, banyak hal yang gw lalui. Gw punya
kakak ipar yang selalu bimbing gw dalam hidup gw, tapi itu juga ga lama, dia
ceraikan kakak gw n ninggalin anak yang pintar dan cantik, wktu itu dia
tinggalin pas anaknya masih TK. Gw bener-bener kecewa, orang yang selama ini
bimbing gw malah bandelnya telat, disitulah gw mencari semua sendiri tanpa
siapapun, hingga tanpa gw sadari gw terlena n sangat asik dengan hobi gw. Karena
dulu gw merasa semua bisa sendiri tanpa keluarga gw, n pacar gw. Sampe-sampe gw
murtad dari Allah. Astaghfirlloh
Suatu saat gw dikenalin sama seorang cewe yang akhirnya
karna udah 6 tahun gw selalu panggil dia ayank, ya gw sebut juga ayank disini
ya. Ayank seorang yang luar biasa, seorang yang tegar, sabar, tulus, penuh
kasih sayang n cinta. Pada saat 5 tahun ya gw jalani dengan biasa aja cenderung
cuek, suka lirik kiri kanan. Karna pada saat itu gw berpikir dari pada gw kayak
mantan kakak ipar gw, bandelnya telat, dan lingkungan gw pun mendukung gw. 5
kali ayank selalu kasih kesempatan gw untuk berubah, tetapi ya namanya masih
dilingkungan yang sama sehingga gw kurang memperhatikan, bukan ga ingin
berubah, tetapi karna pengaruh lingkungan yang kuat tanpa gw sadari. Nah suatu
ketika gw sudah mengurangi ke dunia gw, dan gw kembali sama Alah SWT. Gw bener-bener
mulai menyayangi ayank, keluarga gw. Tetapi karna wktu itu gw blom keluar dari
dunia gw jadi seolah ga da perubahan, sehingga pada suatu malam tanggal 1 Nov
2011. Ayank liat gw bbm sama seorang cewe, biasa aja tidak mesra, karna menurut
gw pada saat itu adalah hal yang biasa. Ayank marah n ngamuk, selama ini dia
pendem sendiri n akhirnya meledak semua malam itu,
Gw pun sangat merasa hancur dan ingin mengakhiri hidup gw,
karna gw hanya punya ayank yang selalu nemenin gw. Akhirnya Allah SWT memberi
hidayah sama gw, dan di setiap sujud gw, gw berdoa agar kalo memang dunia gw
salah tolong pisahkan dan beri pekerjaan yang baru. Alhamdulillah Allah ga lama
jawab doa gw, tanggal 7 nov 2011 gw kerja ya cukup enak n posisinya lumayan, gw
masih fokus ke ayank, gw hanya ingin menunjukan klo semua ini dari Allah, ingin
diberikan kesempatan terakhir utk membuktikan klo gw bener-bener tulus n
berubah karna Allah.
Gw pikir akan sedikit mudah, gw akhirnya total sudah
meninggalkan dunia gw, dan yang gw punya saat ini hanya ayank, tetapi lama
kelamaan gw sangat bingung melihat perubahan sikap ayank, gw seperti melihat
diri gw selama 5 thn belakangan, ayank emang kerja, untuk bantu keluarganya,
dia jg butuh temen-temen. Ya tapi yang sangat gw sayangkan dia saat ini sangat
tidak peduli dengan perasaan.
Gw tau ini semua salah gw, tetapi pada saat gw
bener-bener mengerti arti ketulusan, arti cinta, arti kesetiaan, ayank malah
ninggalin gw, dia lebih milih temen-temennya n dunianya sekarang, gw sangat
down lagi dan lagi, pada saat gw deket hanya sekitar 3 bulan, semua berasa
normal dan gw ada hidup baru yang semangat, jalani seperti orang pacaran lagi,
gw berjuang untuk mengerti semua keadaan ayank, lagi ingin menikmati kebebasa
dengan temen-temennya, ada satu hal yang gw takutkan, dan ketakutan itu malah
menghancurkan semuanya. Gw ga bisa cerita apa yang jadi ketakutan gw.
Nah gw sangat down serta drop banget, hancur sehancur
hancurnya. Saat ini ayank menjauh lagi dari gw, sangat cuek dan sangat tidak
peduli sama gw. Dan semua orang tidak ada yang mengerti tujuan gw, gw hanya ingin kembali sama ayank,
hidup normal n terus menikah sama ayank, tetapi musnah semuanya lagi. Semua orang
hanya bilang “udah fokus kerja dulu nanti juga banyak cewe lain, biar bisa lupain
ayank, klo jodoh ga kemana, cinta ga harus miliki” dan selalu ayank bilang ingin sendiri
terus, bingung hadapi gw, ya mungkin gw kurang mengerti dia aja kali.
Gw pny prinsip yang mungkin kuno,primitif, naif, keliatannya
ga bisa nerima kenyataan, dsb. Setiap orang hanya ingin fokus ke uang, karna
uang bisa beli segalanya termasuk cinta. Itu gw sadar klo semua manusia yang
bernafas butuh uang. Tetapi hanya sebagai pelarian, pembuktian klo tanpa cinta
bisa melakukan semua hal, gw juga ga mau liat orang yang gw sayang itu susah. Tetapi
kenapa gw benci akan hal itu??? Karena banyak orang n semua orang jaman
sekarang gampang putus, cerai hanya karena ada perbedaan sedikit, hanya karna
susah dikit langsung beranggapa bahwa bukan jodoh. Gw ga mau hal itu terjadi
sama gw, gw kerja ya kerja biasa aja, gw hanya ingin sperti papa n mama gw,
mama mulai pacaran sama papa mulai dari ga punya apa-apa, merintis bareng, nah
disitulah letak kesetian n ketulusan cinta mereka, dulu juga butuh uang mereka,
apa bedanya sama sekarang????? Karna klo sudah sama-sama posisi enak, tidak ada
lagi perjuangan yang ada hanya ego dan ego merasa bisa sendiri, merasa hebat n
merasa bisa tanpa cinta, itu fakta jaman sekarang. karena yang gw percaya dan imani adalah "Menikahlah, maka pintu rejeki akan terbuka lebar"
Klo jodoh emang ga kemana, itu bener semua rejeki, jodoh
Allah yang mengatur, tetapi apa Allah ngasih gitu aja tanpa usaha, perjuangan
dan doa??????? Klo hanya berusaha saling lupakan, ga ada usaha, malah asik dengan
dunia masing-masing itu tidak akan terjadi/kembali, karena sudah terbiasa
dengan dunia sendiri, sehingga “disinilah jodoh gw”. Sorry gw juga ga setuju,
cinta n sayang ada karena kebiasaan sehari hari, mungkin awalnya biasa aja,
tapi karna sering bertemu aktifitas bareng curhat dsb disitulah timbul cinta. Gw
sadar juga memang lagi sama-sama emosi dengan ego masing-masing. Tetapi itu
bukan solusi juga, karena disaat rapuh kyk gini banyak sekali pahlawan
kesiangan yang menebar pesona, menunjukan bisa buat nyaman, mengerti segalanya.
Ya kenyataannya seperti itu sehingga ayank makin yakin klo gw bukan jodohnya. Bukan
memaksakan kehendak, tapi inilah cara untuk membuktikan bahwa cinta hrus
diperjuangin. Semua karena kebiasaan awalnya. Setiap doa gw selalu minta sama
Allah klo memang ayank bukan untuk gw tolong hilangkan rasa sayang gw, sehingga
gw bisa menjalani hidup dengan normal, dengan berusaha kerja, mensampingkan
perasaan, tetapi itu hanya buat gw smakin sayang sama ayank, saat ini ayank pun
berusaha seperti itu. Gw sedih n hancur banget.
Cinta ga harus miliki itu hanya klise agar buat tenang dikit
dan supaya bisa saling meninggalkan, karna cinta itu yang bisa misahkan hanya
maut. Harus diperjuangkan, meski tidak ada harapan sedikit pun, meski terlihat
tolol mempertahankan cinta, sedang yang diperjuangkan sudah tidak cinta lagi. Cinta
itu memaafkan, tulus, dan saling menerima semua kelemahan, mendukung satu
dengan yang lain. Gw ngerti ayank kecewa dengan gw, gw tau semua kesalahan-kesalahan
gw dari yang kecil sampai yang besar. Sejak balik ke jalan Allah, gw
bener-bener melihat arti cinta, tulus, ikhlas, mungkin maksud Allah dengan
membalik semua ini agar gw tidak lagi mengangap remeh arti cinta.
Klo boleh liat faktanya sekarang, semua org butuh cinta
sejati kan? Karna hal yang diatas tadi jadi org banyak yang pisah dsb, padahal
di lubuk hati mereka butuh cinta. Sampe gw baca tips di internet juga
memberikan solusinya sama seperti hal diatas tadi, mengapa tidak ada yang
mengerti kalau cinta itu diatas harta, okelah kita harus realistis, ga bisa
hanya cinta, helloooowwww gw juga bilang tadi kerja ya kerja setiap yang
bernafas butuh uang. Tetapi ga ada yang peduli, memperjuangkan cinta itu, hanya
fokus harta, damn i really hate this. Maaf agak kasar, karna gw tidak ada yang
mengerti jalan pikiran gw, mau dibilang aneh, dsb. Gw hanya menjalankan,
memperjuangkan apa yang di amanatkan Allah saat ini.
Ya belom berakhir siy cerita gw, gw hanya ingin mohon doanya
agar ayank bisa kembali, agar setiap orang mulai liat arti cinta itu, meski
harus terlihat direndahkan diremehkan, but thats the LOVE.
CINTA HARUS DIPERJUANGKAN, CINTA DIATAS HARTA, APAKAH SALAH
MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG SEJATI???????????? I WILL KEEP FIGHT FOR
LOVE.........
Langganan:
Komentar (Atom)