Mungkin disini hati yang kita punya tetapi dari sudut pandang gw, memang gw masih banyak kurang, gw hanya ingin berbagi aja koq, jadi maaf klo banyak yang tidak sependapat :D
Setelah gw renungin, pikirkan, liat kenyataann yang ada, ternyata yg bisa membuat orang itu menjadi baik/bahagia atau hancur selain uang adalah HATI, karena gini semua saling berhubungan, klo diliat pasti masalahnya hanya itu2 aja, klo ga uang ya hati, itu rata2 kenyataan yang ada.
Ada orang yang merasa kurang karena kekurangan dan terus kekurangan, padahal sudah bekerja dengan keras hasil lumayan, tetapi masih kurang, padahal di sisi lain punya pasangan yang setia tulus serta mengerti keadaan. itu membuat hancur karena hanya fokus di materi, sehingga bilang ngga cocok, ngga mengerti akhirnya pisah, alasannya yang dibuat buat. Kemudian sedih, alasan mau fokus kerja dan untuk membahagiakan orang tua dsb, please wake up, bahagiain ortu ngga hanya materi semata, (Gw setuju dgn itu tapi bukan yang utama). Apakah ortu ngga bahagia ortu liat anaknya punya pasangan yang menerima segala kekurangan, yang bisa membimbing ahklak menjadi lebih baik? apakah ortu ngga bahagia liat ananya fokus untuk akhirat?? pada saat meninggal anaknya mendoakan terus. bukankah itu yang lebih berharga untuk mereka???? bekerja dan bekerja lagi sampe titik jenuh baru memikirkan lagi cinta. ya jadi kurang lebih kayak gtu terus ngga pernah puas dengan apa yang di dapat.
Ada juga yang merasa hancur karna tidak bisa mendapatkan cinta yang tulus, padahal secara finansial oke, fisik juga mantap, baik, ramah, charming, memiliki teman n keluarga yang baik. Karna sudah merasa terlalu lelah dengan yang namanya cinta, mungkin karena merasa selalu gagal dalam asmara, maka dari itu menutup hati dan diri, merasa tidak punya apa-apa lagi. mungkin kurang bersyukur or terlalu terlena dengan kenikmatan hidup, sehingga menyepelekan hal-hal yang mendasar. Alasannya kemudian sama seperti diatas, membahagiakan ortu. jadi saat ini ortu yang jadi tameng hehehe, gw pun berjuang mati2an utk mama n keluarga gw, karena gw cowo n penerus keluarga.
Manusia pasti ingin mendapatkan kepuasan dunia n akhirat, ga ada manusia yang ingin susah, ya itu faktanya. Jarang ada yang mau berjuang untuk itu, jarang ada yang mempertahankan hal itu. maunya langsung instant. contoh gini deh gampangnya orang maunya semua nunggu terpenuhi dulu materi baru mau pacaran or nikah, memang tolol sih klo ga punya pegangan apa-apa terus nikah. tetapi kalo memang udah punya pekerjaan dan dasar cinta yang kuat kenapa menunda? alasan belum siap karna hanya takut kekurangan aja. inget kan "Allah membuka pintu rejeki dengan menikah." so apa yang di takutin, memang semua psti ada resiko n masalah. bisa dilewati koq pasti selama dilewati berdua. dan hati masing-masing tetap terjaga. Terus gw mau nanya masih adakah orang khususnya cewe yang mau punya pacar or calon suami yang semua baru merintis dalam hal kerjaan, tetapi punya keyakinan yang besar karena Allah semua pasti di cukupkan, modalnya hanya itu dan Cinta yang tulus. Ada yang mau makan hanya seadanya, tidur di rumah yang sederhana, gw yakin ngga ada, meski pun ada itu bener-bener bahagia banget cowonya. Masih adakah yang mau berjuang bersama untuk mencapai kebahagiaan dunia n akhirat bersama?????
hal yang masih gw yakini sampe detik ini adalah, Allah pasti membuka jalan, selama ada Cinta yang tulus, Berjuang, Berusaha. ya mungkin gw terlalu kuno. dari beberapa contoh real yang ada mungkin kesimpulannya gini
*Apapun kondisi kegagalan dalam cinta, selalu yang jadi tameng adalah ortu n kerjaan
*Kurang mensyukuri nikmat yang diberikan, karna hanya selalu melihat kekurangan
*Terus membohongi diri sendiri dengan berusaha terlihat tegar,senyum n seneng
*Apa ngga cape dengan keadaan yang terus dihantui rasa sakit or trauma or masa lalu yang gaenak?
Kenapa tidak mencoba
*Ambil waktu sendiri satu malam aja, bener-bener keluarin semua sama Allah, Jujur sama Allah n hati sendiri. Memang jarang langsung ada dijawab malam itu juga, minimal dapet yang namanya ketenangan, kelegaan, menjalani hari-hari tanpa berbohong sama diri sendiri, tersenyum dengan tulus, apakah hal ini membuat tambah buruk atau tambah baik?? yang gw alami sendiri itu sangat membantu membuat bisa menerima kenyataan dan ikhlas dengan apa yang terjadi. Ingat Masa lalu ngga bisa dihilangkan, terutama yang buruk, mungkin jika tidak jujur sama hati sendiri n sama Allah setiap inget yang buruk pasti merasa hancur lagi. Alhamdulillah gw udh lewati itu. Masa lalu yang buruk hanya sebagai pelajaran agar di masa depan tidak diulang, jika sudah jujur sama hati n Allahm setiap melihat masa lalu yang buruk hanya bisa bersyukur pernah alami itu, tidak sakit lagi. karena sudah ikhlas. dari situ adalah awal yang baru buat kehidupan yang baru, membuka diri dan hati serta semua mulai terlihat ada sinar cahaya untuk harapan...
Ya mungkin segini dulu, mohon maaf kalo ngga sependapat, ini hanya apa yang gw alami n lewati...
"Fight for your Love...."
"Everyone need Love..."
"Keep your Heart for Love..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar