Gw nulis bukan untuk menghakimi siapapun, ini hanya pendapat dari cara pandang orang yang tidak mengerti apa-apa. Jadi mohon maaf jika ada yang tersinggung, ini hanya sekedar isi hati gw aja. Dan Tidak tau harus memulai dari mana.
Gw mau mengajak berpikir sejenak dengan sedikit Hati, sedikit Logika, dan jangan bilang semua bergantung dengan masing-masing menyikapinya.
Hampir semua orang mengaku dirinya percaya dengan Tuhan, banyak yang merasa dekat dengan Tuhan, sampai terkadang menggangap orang lain itu tidak benar, jauh dari Tuhan, dan merasa dirinya yang paling di terima sama Tuhan. Gw masih sedikit pengetahuan tentang Tuhan, gw hanya percaya bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang, Maha Mengetahui segala hal. Jika boleh bertanya apakah diri kita itu menjalankan perintah Tuhan hanya sekedar keturunan? atau hanya sekedar kewajiban? atau benar-benar butuh Tuhan dalam keadaan apapun? (bukan hanya di saat sulit). Apakah Tuhan itu jauh???
Gw tidak mau bahas panjang lebar, saat ini hanya tentang CINTA aja, gini semua manusia yang percaya akan Tuhan pasti selalu bicara "Jodoh Allah yang mengatur, Rejeki Allah yang mengatur, Maut Allah yang menentukan" seberapa jauh untuk masalah tersebut kita percaya? "Harus taat kepada orang tua, harus menuruti semua kemauan orang tua, harus membahagiakan orang tua".
Orang tua mau yang terbaik untuk anaknya, orang tua mau anaknya bahagia dan anaknya membahagiakan orang tuanya. sampai masalah jodoh pun harus mengikuti orang tuanya. Apakah kalau hanya karena menentukan sendiri orang yang dicintai, kemudian orang tua tidak setuju anak tersebut langsung masuk neraka? langsung dianggap menyalahi aturan dan adat? langsung menjadi anak yang durhaka?? memang semua harus mendapat restu dari orang tua, gw setuju banget. Nah misalkan Harus dan Wajib mengikuti pilihan orang tua, tetapi anak tersebut sangat amat menderita, apakah harus berkorban batin seumur hidup? apakah suatu pernikahan bisa berjalan dengan langgeng jika dengan keterpaksaan? Bukankah tujuannya menikah itu mendapat Ridho dari Allah??? Apakah hanya karena paksaan dan paksaan bisa mendapatkan kebahagiaan??? Logikanya adalah kalau bukan pilihan hati apakah bisa mendapatkan kebahagiaan??? Apakah ada jaminan masuk surga 100% jika mengikuti adat??
Memang terlalu kompleks membahas masalah adat, dsb. semua benar, tetapi yang gw yakini adalah, hanya diri kita sendiri yang menentukan kita masuk surga atau neraka, itu pun tidak ada satu orang pun yang bisa menghakimi orang lain masuk surga atau neraka. Balik lagi semua keputusan ada resiko yang harus di tanggung. semua yang dilakukan ada sisi tidak enaknya. semua harus ada pengorbanan, semua ada perjuangan. Apakah seumur hidup mau membohongi hati sendiri? bukankah yang namanya bohong ya bohong meski katanya ada bohong yang putih. menurut gw bohong ya bohong apapun bentuknya. bukankah allah tidak suka bohong? bukankah nanti bisa jadi munafik? kira-kira yang didapat itu Ridho atau malah murkaNYA Allah???? Bukankah Allah mengajarkan dasarnya adalah cinta???
Pilihan memang berat kalau seperti ini.
1. Jika hanya mengikuti adat dan orang tua yang selalu memaksa dan memaksa, bisakah menjalani rumah tangga dengan cinta? atau memang menikah ya hanya sebagai adat masalah cinta belakangan, yang penting orang tua bahagia. Yakin hal itu bisa dilakukan? terus jika orang tua meninggal apakah mau dipertahankan atau berpisah? kalau pisah dan punya anak nanti, apakah tidak memikirkan masa depan anaknya nanti?? apakah terus dan terus akan seperti ini????? tetapi semua fasilitas dan kenyamanan dunia terpenuhi. di mulut bilang tidak apa-apa yang penting orang tua senang, belajar untuk ikhlas, dsb hanya untuk menutupi hati.
2. Jika memilih pilihan hati, semua keluarga menentang, bahkan mungkin tidak dianggap bagian dari keluarga lagi, dibilang anak durhaka, dan berbagai pertentangan muncul. Mungkin semua fasilitas akan diambil, mungkin benar-benar harus mulai dari bawah. harus meninggalkan kenyamanan untuk bisa mempertahankan cinta dan mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Segitu mengorbankan cinta demi kenyamanan dunia? Jika hidup sederhana dibilang kualat karena keluar jalur. tetapi jika ikut peraturan semua fasilitas ada dan berlimpah menjadi patokan kebahagiaan di akhirat nanti.
3. Jika tidak memilih keduanya akan selamanya hidup sendiri tanpa memiliki cinta, dan bilang memang tidak ada jodohnya.
memang hal diatas sangat complicated, semua ada resikonya. Sampai kapan hanya karena peraturan pihak wanita terus menjadi korban dari cinta?? karena pria jadi seenak jidatnya aja mempermaikan wanita terus, karena berasa sangat di dewakan. apakah pria yang seperti ini juga bisa dapat Ridho Allah? tidak ada yang tau, tetapi pikir pakai logika aja. Dalam kehidupan sehari hari seberapa bersihkah seberapa banyak tidak melanggar aturan? jika melanggar dengan alasan untuk kebaikan. tetapi jika untuk masalah cinta, tidak ada kata untuk kebaikan.
Mungkin seperti itu aja dulu, semua ada resiko, ada perjuangan, pengorbanan, seberapa besar hal tersebut mau dilakukan? untuk kebahagiaan dan Ridho Allah yang sesungguhnya???
"Allah memberikan hati untuk dipelihara, Allah menunjukan dengan kelembutan"
"Allah mau manusia berjuang untuk kebahagiaan"
"Selama niat hati tulus karena Allah tidak ada satupun yang bisa menghalangiNYA"
"Fight for your Love, future, and your Happiness"
"Allah menyayangi kita, lebih dari yang kita tau...."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar