Terkadang akal sehat tidak bisa diterima diri sendiri,
apalagi diterima orang lain.
Tuhan menciptakan segalanya yang ada di alam semesta
tidak ada yang sama,
Memiliki kemiripan juga tidak ada yang 100% sama. Begitu
luar buasanya Tuhan pemilik alam semesta ini. sehingga memberikan keaneka ragaman di dunia ini, untuk saling melengkapi, saling menghargai, saling mencintai.....
Tidak ada yang sempurna di dunia ini, mungkin ini
pandangan gw aja, jika ada yang sempurna maka bisa di bayangkan betapa lebih
kejamnya dunia, betapa mahkluk yang paling tinggi derajatnya diantara mahkluk
lain tidak lagi membutuhkan Tuhan.
Mungkin ini beberapa pandangan gw aja berdasarkan apa
yang terjadi, kenyataan di sekitar gw, dan rata-rata orang menggunakan ini, ya
mohon maaf jika tidak sependapat, gw manusia yang memiliki segala keterbatasan
koq, bukan manusia yang benar, gw hanya ingin terus memperbaiki diri gw aja.
Banyak orang sekarang yang hidupnya hanya memuaskan hidup
terutama untuk nafsu aja, “kapan lagi
nikmati semua yang ada mumpung masih hidup, hidup Cuma sekali, hidup udah susah
tidak usah di bawa susah”. Kalimat itu mungkin sering di dengar, apalagi
jika kita dalam masa yang sulit sedang menghadapi masalah yang berat. Itu tidak
salah, baiknya adalah untuk memberikan semangat agar tidak terus terpuruk, nah
tetapi banyak yang salah menyalah gunakan hal tersebut. Apalagi kebanyakan
untuk hal yang negatif, pertama beranggapan ah hanya sekali, kemudian mengulai
lagi, terus dan terus sehingga tanpa disadari menjadi kebiasaan, dan menganggap
hal yang tidak baik menjadi baik, untuk membela diri dan berkata “ya inilah hidup, sayang kalau tidak
dinikmati.”
Kemudian untuk dunia pekerjaan, percintaan banyak hal
yang menjadi biasa, sperti perselingkuhan, bertukar pasangan, semata hanya untuk
kepuasan birahi. Sehingga melakukan hubungan intim bukan lagi berdasarkan cinta
dan kasih sayang tetapi hanya sekedar memuaskan nafsu aja, terus bedanya dengan
hewan apa ya? Kalau hewan kan hidupnya hanya makan, dan kepuasan birahi. Tanpa
perasaan. Kadang hewan pun masih punya perasaan lho, masih ada yang namanya
patuh pada tuannya, masih setia dengan tuannya, menuruti, melindungi tuannya.
Tapi kenapa ya manusia banyak yang tidak bisa seperti itu? Katanya manusia itu
paling tinggi di antara mahkluk lain, dan memiliki yang namanya perasaan, hati,
cinta. Tetapi faktanya kebanyakan saat ini tidak seperti itu, dan banyak
pernyataan “hari gini ga ngikutin jaman,
rugi, ga bisa seneng-seneng” gw tidak bilang semua seperti itu koq.
Selain itu ada juga yang mengatakan “udahlah cari duit yang banyak, pasti bisa segalanya, ngapain mikirin
perasaan terus, nyiksa diri aja.” Gw setuju manusia butuh materi, dari
jaman nabi pun kita harus bekerja dan berjuang untuk mendapatkan harta. Tetapi
serunya adalah, semua manusia berlomba lomba untuk memenuhi kebutuhan dunia,
agar mendapatkan penghargaan dari orang lain, dan bisa terus menikmati dunia
ini, bisa mendapatkan apa yang diinginkan, dan lupa diri. Terutama yang hanya
fokusnya hanya untuk “pembuktian” aja
bahwa mampu. Sehingga tanpa di sadari banyak yang menjadi tinggi hati, tidak
butuh yang namanya cinta, omong kosong yang namanya perasaan, toh semua udah
bisa didapatkan, kepuasaan materi hingga birahi, jadi buat apa lagi butuh
cinta, kalau pun menikah akhirnya hanya berpatokan sama materi, hanya sekedar
untuk keharusan memiliki keturunan untuk melengkapi kebahagiaan orang tua.
Padahal ada tertulis dan mungkin saat ini tidak terpakai lagi, hanya
sebagai cerita pada jaman nabi saja. Seperti “Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. Telah
bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya,
kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR.
Muslim dan Tirmidzi)
Banyak orang tua, apalagi orang yang pacaran ingin
menikah merasa terus belum siap karena masih terus merasa belum punya ini itu,
padahal hanya kebanyakan fokus untuk biaya pesta aja. Masih banyak sih alesan
yang lain. Siapa siy yang ingin susah, menderita di dunia ini? Tidak ada kan?
Terus kenapa ya Tuhan bilang kepada umatnya
“Dan
nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang
layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN
ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas
(pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (An Nuur 32)
Gw tidak terlalu paham untuk itu, karena gw masih belajar, dan banyak
perbedaan tentang penafsiran itu. Tapi berdasarkan apa yang gw liat dan alami
adalah, semua hanya karena harta, kasta, tradisi, perjodohan dari orang tua.
Emangnya Tuhan melihat kasta, suku, melihat materi ya?
Ya sebenernya masih banyak hal yang kompleks yang ingin gw sampaikan,
semoga gw bisa menerima kenyataan-kenyataan yang tidak enak di jaman saat ini,
dengan masih menjunjung segalanya dengan cinta,kasih sayang,kejujuran, dan
hanya terus memperbaiki hidup gw karena Allah. Meski gw terlihat primitif,
tidak bisa mengikuti jaman saat ini, gw hanya berkeyakinan di balik semua yang
gw alami, Tuhan menyayangi gw dengan segala cobaan dariNYA...
“Entah sampai kapan seperti ini gw akan bertahan sama prinsip gw, gw hanya bertahan sampai sejauh ini untuk menomersatukan cinta. Dan hanya berusaha jujur sama hati"
"Allah menunjukan dengan kelembutan"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar