Laman

Kamis, 08 Maret 2012

Sejuta Makna




Sikapmu menujunkan kelembutan yang mendalam
Sikapmu menunjukan kasih sayang yang tulus
Sikapmu menunjukan ketegaran
Sikapmu menunjukan ingin keluar dari semua beban

Sorot matamu menunjukan ingin selalu mendapatkan cinta yang tulus
Sorot matamu menunjukan kepedihan yang mendalam
Sorot matamu menunjukan keraguan untuk melangkah
Sorot matamu menunjukan sampai kapan semua ini akan berakhir

Hatimu menunjukan ada setitik cinta yang masih berharap cinta sejati
Hatimu menunjukan ingin mengubur dalam-dalam rasa cinta
Hatimu menunjukan kelelahan yang tiada akhir
Hatimu menunjukan ke semuanya kalau kamu kuat, tetapi sangat rapuh

Untuk kebahagiaan, berusaha memadamkan cinta tulus
Untuk pengabdian,  rela mengorbankan jiwa dan raga
Untuk pilihan yang bukan pilihan hati, membungkus dengan senyuman
Untuk pilihan yang bukan pilihan hati, hanya bisa pasrah

Dari hati yang dalam ingin memberontak
Dari hati yang dalam ingin menjerit
Dari hati yang dalam ingin mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya
Dari hati yang dalam bertanya dengan penderitaan, masih adakah kejujuran dan cinta

Apakah semua hanya menuruti kebiasaan turun temurun
Apakah Tuhan melihat segala perbedaan
Apakah hanya dengan diam semua bisa berakhir
Apakah harus mengikuti kejamnya dunia

Adakah yang bisa membuat membantu keluar dari semua ini
Mampukah memulai dari bawah kembali
Bisakah meninggalkan kenyamanan yang selama ini dimiliki
Bagaimana jika pilihan hati ini salah

Entah apa yang akan terjadi di depan
Entah kapankah bahagia itu datang menjemput
Entah hanya bisa menjalani hari demi hari dengan hati yang pedih
Entah....

Keraguan yang terus menghalangi
Ketakutan akan penyesalan di masa yang akan datang yang selalu menghantui
Seolah semua sudah terpenjara, terpenjara akan hati dengan selimut kenyamanan
Mungkin hanya hati yang hampir mati, dan berharap cepat mati menjadi pilihan...

“Allah menunjukan dengan kelembutan”
“Allah menyiapkan hadiah terindah, Allah melihat sejauh mana perjuangan dan pengorbanan”
“Allah memberi jalan dan jawaban, manusia yang menjalani”
“Allah mengerti setiap tetes air mata untukNYA, mengerti tetes keringat darah yang dikeluarkan
Agar semata mata manusia ditempa untuk menjadi berlian yang berharga”





“Kulihat diri bagai tak berjiwa..Kurasa jiwa tak punya cinta...Dimana lagi kucari warnamu
Warna kehidupan, Warna kenyataan...
Pelangi tiupkan nafas kedalam ragaku.. Pelangi warnai hari-hariku yang semu
Pelangi antar aku datang padamu.. Agar bahagia senantiasa ada....”

                                                                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar