Sikapmu menujunkan
kelembutan yang mendalam
Sikapmu menunjukan kasih
sayang yang tulus
Sikapmu menunjukan
ketegaran
Sikapmu menunjukan ingin
keluar dari semua beban
Sorot matamu menunjukan
ingin selalu mendapatkan cinta yang tulus
Sorot matamu menunjukan
kepedihan yang mendalam
Sorot matamu menunjukan
keraguan untuk melangkah
Sorot matamu menunjukan
sampai kapan semua ini akan berakhir
Hatimu menunjukan ada
setitik cinta yang masih berharap cinta sejati
Hatimu menunjukan ingin
mengubur dalam-dalam rasa cinta
Hatimu menunjukan
kelelahan yang tiada akhir
Hatimu menunjukan ke
semuanya kalau kamu kuat, tetapi sangat rapuh
Untuk kebahagiaan,
berusaha memadamkan cinta tulus
Untuk pengabdian, rela mengorbankan jiwa dan raga
Untuk pilihan yang bukan
pilihan hati, membungkus dengan senyuman
Untuk pilihan yang bukan
pilihan hati, hanya bisa pasrah
Dari hati yang dalam ingin
memberontak
Dari hati yang dalam ingin
menjerit
Dari hati yang dalam ingin
mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya
Dari hati yang dalam
bertanya dengan penderitaan, masih adakah kejujuran dan cinta
Apakah semua hanya
menuruti kebiasaan turun temurun
Apakah Tuhan melihat
segala perbedaan
Apakah hanya dengan diam
semua bisa berakhir
Apakah harus mengikuti
kejamnya dunia
Adakah yang bisa membuat
membantu keluar dari semua ini
Mampukah memulai dari
bawah kembali
Bisakah meninggalkan
kenyamanan yang selama ini dimiliki
Bagaimana jika pilihan
hati ini salah
Entah apa yang akan
terjadi di depan
Entah kapankah bahagia itu
datang menjemput
Entah hanya bisa menjalani
hari demi hari dengan hati yang pedih
Entah....
Keraguan yang terus
menghalangi
Ketakutan akan penyesalan
di masa yang akan datang yang selalu menghantui
Seolah semua sudah
terpenjara, terpenjara akan hati dengan selimut kenyamanan
Mungkin hanya hati yang
hampir mati, dan berharap cepat mati menjadi pilihan...
“Allah menunjukan dengan kelembutan”
“Allah menyiapkan hadiah terindah, Allah melihat
sejauh mana perjuangan dan pengorbanan”
“Allah memberi jalan dan jawaban, manusia yang
menjalani”
“Allah mengerti setiap tetes air mata untukNYA,
mengerti tetes keringat darah yang dikeluarkan
Agar semata mata manusia ditempa untuk menjadi berlian
yang berharga”
“Kulihat diri
bagai tak berjiwa..Kurasa jiwa tak punya cinta...Dimana lagi kucari warnamu
Warna
kehidupan, Warna kenyataan...
Pelangi
tiupkan nafas kedalam ragaku.. Pelangi warnai hari-hariku yang semu
Pelangi antar
aku datang padamu.. Agar bahagia senantiasa ada....”
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar